Perancangan ekosistem keselamatan jalan terpadu melalui pendekatan design thinking: studi kasus tradisi mitos tanjakan emen
-
Published: July 9, 2026
-
Page: 175-184
Abstract
Tradisi melempar uang dan rokok di Tanjakan Emen merupakan bentuk folklor dan mekanisme koping psikologis pengemudi dalam menghadapi kecemasan akibat medan jalan yang ekstrem. Namun, uang yang dibuang ini memicu penyimpangan fungsional jalanan dan mubazir, di sisi lain jalur tersebut merupakan area rawan kecelakaan yang memerlukan penanganan darurat yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah ekosistem keselamatan jalan terpadu berbasis komunitas yang mampu memfasilitasi tradisi lokal tersebut secara aman sekaligus memanfaatkannya menjadi bantuan nyata bagi pengemudi. Metode penelitian yang digunakan adalah Design Thinking, yang diuji dengan teknik simulasi Wizard of Oz dan System Usability Scale (SUS) untuk menguji aspek kegunaan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga fasilitas utama kotak penampungan uang yang aman, pos penolong siaga, dan kendaraan motor siaga untuk keperluan medis serta mekanis darurat. Berdasarkan evaluasi usability testing terhadap 20 responden, sistem ini mendapatkan skor SUS sebesar 74,7 yang masuk dalam kategori baik. Hasil ini menyimpulkan bahwa perancangan ini berhasil mentransformasi alur proses ritual yang semula terbuang sia-sia menjadi fasilitas keselamatan jalan yang efektif dan adaptif tanpa merusak tradisi lokal masyarakat setempat, sekaligus berpotensi diadaptasi sebagai model mitigasi keselamatan berbasis kearifan lokal di kawasan lain dengan karakteristik budaya serupa. Implikasi penelitian ini menawarkan alternatif strategi desain mitigasi berbasis komunitas yang dapat diterapkan di kawasan rawan lain dengan karakteristik kepercayaan serupa.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.