Konseling pranikah dan perilaku agresif pada pasangan suami istri: sebuah studi kuantitatif
-
Published: July 14, 2026
-
Page: 256-269
Abstract
Perilaku agresif dalam kehidupan perkawinan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap konflik rumah tangga, kekerasan dalam rumah tangga, dan perceraian. Bimbingan pranikah diselenggarakan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesiapan pasangan dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh bimbingan pranikah terhadap perilaku agresif pada pasangan suami istri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sebanyak 32 partisipan (16 pasangan suami istri) yang telah mengikuti bimbingan pranikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Tapung dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur pemahaman bimbingan pranikah dan perilaku agresif, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana setelah memenuhi asumsi normalitas dan linearitas. Analisis menunjukkan bahwa bimbingan pranikah tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku agresif (B = −0,169; β = −0,249; t(30) = −1,406; p = 0,170). Model regresi hanya menjelaskan 6,2% variasi perilaku agresif (R² = 0,062; f² = 0,066), yang menunjukkan ukuran efek kecil. Bimbingan pranikah berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan pasangan, namun belum memberikan pengaruh yang memadai terhadap perubahan perilaku agresif. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan layanan melalui pendampingan pascapernikahan, pelatihan komunikasi interpersonal, dan pengembangan regulasi emosi agar efektivitas program dalam mendukung ketahanan keluarga dapat ditingkatkan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.