Kreativitas guru pendidikan agama islam dalam menumbuhkan minat belajar pendidikan agama islam pada siswa sekolah dasar al-munawarah kelas iv

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kreativitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan minat belajar siswa kelas IV di SD Al-Munawarah Sentani serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi dengan sumber data guru PAI kelas IV, siswa kelas IV, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, dan dokumen pembelajaran. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas guru tampak pada perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan kelas, pemanfaatan media dan sumber belajar, serta evaluasi. Guru mengombinasikan ceramah dengan diskusi kelompok, tanya jawab, permainan edukatif, latihan, praktik ibadah, presentasi, pembuatan video, dan mading. Media digital berupa video pembelajaran, presentasi, mind map, dan LCD proyektor dipadukan dengan pemanfaatan masjid dan aula sebagai sumber belajar kontekstual. Pengelolaan kelas dilakukan melalui doa bersama, sapaan, tadarus Al-Qur'an, komunikasi positif, dan ice breaking, sedangkan evaluasi menggunakan tes tertulis dan tes lisan. Minat belajar siswa berada pada kategori baik yang tampak pada perasaan senang, keterlibatan, ketertarikan, serta perhatian selama pembelajaran. Minat tersebut dipengaruhi faktor internal berupa kondisi emosional, suasana hati, motivasi, dan kesiapan siswa, serta faktor eksternal berupa keluarga, sekolah, lingkungan sosial, kondisi kelas, dan strategi pembelajaran guru. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas guru perlu didukung melalui pengembangan kompetensi, pemanfaatan sumber belajar yang tersedia, dan pengelolaan kelas yang adaptif agar pembelajaran PAI di sekolah dasar semakin menarik, kontekstual, dan partisipatif.