Penguatan pelestarian kearifan lokal suku talang mamak melalui eksplorasi tradisi dan pengetahuan adat di desa talang jerinjing

Abstract

Kearifan lokal Suku Talang Mamak merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat dan memuat pengetahuan, nilai sosial, praktik adat, serta hubungan masyarakat dengan lingkungan. Namun, keberlanjutan pengetahuan tersebut menghadapi tantangan berupa perubahan sosial dan berkurangnya proses pewarisan pengetahuan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, mendokumentasikan, dan memperkuat upaya pelestarian kearifan lokal Suku Talang Mamak di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Pelaksanaan penelitian menggunakan pendekatan eksploratif-deskriptif melalui observasi lapangan, penggalian informasi melalui komunikasi dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi berbagai bentuk pengetahuan dan praktik budaya yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya beragam kearifan lokal yang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, meliputi tradisi Begawai, Tari Kain, Batandang, Bulean atau Belian, Bedukun, Sanggam Monggang, tata cara kematian, praktik sirih pinang, pengobatan tradisional, peran Batin dalam kehidupan adat, keberadaan hutan adat, serta pengetahuan mengenai Anak Batin. Selain itu, ditemukan sejumlah pantangan dan ketentuan adat yang mengatur perilaku sosial, hubungan dengan tokoh adat, pelaksanaan ritual, serta pemanfaatan lingkungan. Eksplorasi dan dokumentasi tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai kearifan lokal sekaligus menyediakan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk proses edukasi dan pewarisan pengetahuan kepada generasi berikutnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dan tokoh adat dalam menjaga keberlanjutan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Talang Jerinjing.