Alih fungsi lahan dan risiko banjir di kawasan pariwisata intensif: analisis ilmu pengetahuan sosial berbasis kerangka SDGs
-
Published: June 25, 2026
-
Page: 140-144
Abstract
Banjir yang melanda beberapa wilayah di Bali dalam beberapa tahun terakhir merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu curah hujan yang tinggi dan meningkatnya alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena banjir di Bali melalui perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif berbasis kajian literatur dan sumber berita. Hasil analisis menunjukkan bahwa alih fungsi lahan pertanian dan ruang terbuka hijau menjadi kawasan permukiman, hotel, vila, dan fasilitas pariwisata menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sehingga meningkatkan risiko banjir. Fenomena ini berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat Bali. Analisis dalam konteks SDGs menunjukkan keterkaitan dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Solusi yang direkomendasikan mencakup perbaikan tata ruang, penguatan sistem drainase, serta pelestarian lingkungan secara partisipatif antara pemerintah dan masyarakat.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.