Digital wellbeing siswa sekolah menengah dalam penggunaan teknologi digital: studi deskriptif pada madrasah aliyah
-
Published: September 23, 2026
-
Page: 1554-1560
Abstract
Penggunaan teknologi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja, termasuk dalam aktivitas belajar, komunikasi, dan hiburan. Namun, intensitas penggunaan teknologi yang tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola aktivitas digital secara sehat dapat memengaruhi keseimbangan kehidupan siswa. Oleh karena itu, digital wellbeing menjadi aspek penting untuk dikaji sebagai gambaran kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara positif, aman, bertanggung jawab, dan seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat digital wellbeing siswa MAN Enrekang berdasarkan aspek digital satisfaction, safe and responsible behavior, dan digital wellness. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Responden penelitian berjumlah 50 siswa kelas XI MAN Enrekang yang dipilih menggunakan teknik random sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan terkait karakteristik penggunaan perangkat digital. Data dikumpulkan menggunakan angket digital wellbeing dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase serta pengelompokan kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 siswa (50%) berada pada kategori sedang, 16 siswa (32%) pada kategori rendah, dan 9 siswa (18%) pada kategori tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tingkat digital wellbeing siswa MAN Enrekang secara umum berada pada kategori sedang dan belum mencapai kondisi optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan dan pendampingan yang mendukung kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi digital secara sehat, aman, bertanggung jawab, dan seimbang.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.