Pengaruh model search, solve, create, dan share terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran search, solve, create, dan share (SSCS) lebih baik daripada siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan posttest only control group design, yang dilaksanakan pada siswa kelas XII Fase F SMA Negeri 13 Padang tahun pelajaran 2026/2027. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik simple random sampling setelah dilakukan uji kesamaan rata-rata populasi, sehingga diperoleh satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dengan masing-masing 36 siswa. Data dikumpulkan melalui tes akhir berbentuk esai yang memuat empat indikator kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan Polya, kemudian dianalisis menggunakan uji-t setelah data memenuhi syarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kelas eksperimen (19,11) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (13,47), dan uji hipotesis menghasilkan P-value sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan model SSCS lebih baik secara signifikan dibandingkan siswa yang belajar secara konvensional. Disimpulkan bahwa model pembelajaran SSCS dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

Keywords
  • Pemecahan masalah matematis
  • Search solve create share
  • Pembelajaran konvensional
References
  1. Chabibah, L. N., Siswanah, E., & Tsani, D. F. (2019). Analisis kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita barisan ditinjau dari adversity quotient. Pythagoras: Jurnal Pendidikan Matematika, 14(2), 199–210. https://doi.org/10.21831/pg.v14i2.29024
  2. Erbaisah, & Rezeki, S. (2020). Peningkatan hasil belajar matematika melalui model SSCS pada siswa kelas VII C MTs N 4 Rokan Hulu. Aksiomatik: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 8(1), 36–43.
  3. Hapsari, N. A., Salsabila, E., & Meidianingsih, Q. (2023). Pengaruh model pembelajaran search, solve, create, and share (SSCS) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik SMP Negeri 15 Kota Tangerang Selatan. Jurnal Riset Pembelajaran Matematika Sekolah, 7(2), 42–51. https://doi.org/10.21009/jrpms.072.05
  4. Hidayat, S., Nufus, H., & Muhandaz, R. (2021). The effect of application of search, solve, create, and share (SSCS) learning model on students’ mathematics communication ability based on previous knowledge in mathematics in junior high school. Jurnal Prinsip Pendidikan Matematika, 3(2), 34–42. https://doi.org/10.33578/prinsip.v3i2.88
  5. Ismet. (2022). Penerapan model pembelajaran search solve share (SSCS) untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa SMP N 6 Pasaman. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora, 1(10), 1–10. https://bajangjournal.com/index.php/JPDSH
  6. Kurnia, I., Hulu, P., Lase, S., Zega, Y., & Harefa, A. O. (2024). Pengaruh model pembelajaran SSCS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. J-PiMat: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 1425–1434.
  7. Meilani, S., & Dwina, F. (2025). Pengaruh model pembelajaran search, solve, create and share terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP Negeri 12 Padang. Jurnal Edukasi Dan Penelitian Matematika, 14(3), 46–51.
  8. Ningsih, E. F. (2019). Implementasi model pembelajaran search, solve, create and share (SSCS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 25. https://doi.org/10.30656/gauss.v2i1.1441
  9. Nurhasanah, D. S., & Luritawaty, I. P. (2021). Model pembelajaran REACT terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 71–82. https://doi.org/10.31980/plusminus.v1i1.875
  10. Khaillasiwi, O., Purwanto, S., & Meiliasari. (2020). Pengaruh model pembelajaran SSCS (search, solve, create, and share) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa SMA Negeri 45 Jakarta. Jurnal Riset Pembelajaran Matematika Sekolah, 4(1), 44–50. https://doi.org/10.21009/jrpms.041.07
  11. Permendikdasmen. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/322506/permendikdasmen-no-13
  12. Saputra, Y. P., Baidowi, Wulandari, N. P., & Hikmah, N. (2023). Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel. JCAR (Journal of Classroom Action Research), 5(1), 85–74. https://doi.org/10.29303/jcar.v5i1.2800
  13. Septima, R. (2023). Sains of Math.
  14. Seran, S. (2020). Metodologi penelitian ekonomi dan sosial. Deepublish.
  15. Sesanti. (2017). Kajian teori pemecahan masalah matematis menurut Polya. Jurnal Pendidikan Matematika, 6, 12–20.
  16. Wahyudi, & Anugraheni. (2017). Strategi pemecahan masalah matematika. Satya Wacana University Press.
  17. Wahyuni, P. (2016). Pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap pemahaman konsep dan komunikasi matematis siswa kelas VIII MTs Negeri Pekanbaru. Kutubkhanah, 19(1), 1–14.
  18. Yudhanegara, L. (2015). Penelitian pendidikan matematika. Refika Aditama.
  19. Zakiyah, S., Usman, K., & Gobel, A. P. (2021). Deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika melalui pembelajaran daring pada materi persamaan kuadrat. Jambura Journal of Mathematics Education, 2(1), 28–35. https://doi.org/10.34312/jmathedu.v2i1.10268