Integrasi SDGs 5: pembelajaran IPS untuk menganalisis ketidaksetaraan gender pada budaya patriarki

Abstract

Ketidaksetaraan gender masih menjadi permasalahan global yang kompleks, khususnya pada masyarakat yang dipengaruhi oleh budaya patriarki yang sangat kuat, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender secara kontekstual dan kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), menelaah fenomena ketidaksetaraan gender pada budaya patriarki di Bali, serta mengevaluasi efektivitas pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode systematic literature review melalui tahapan identifikasi, seleksi, reduksi, dan sintesis data berdasarkan protokol kajian sistematis. Data diperoleh dari 30 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, kategorisasi tema, serta interpretasi teoritis melalui perspektif fungsionalisme, teori konflik, dan konstruksi sosial. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi SDGs dalam pembelajaran IPS berbasis PBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kesadaran sosial, refleksi, partisipasi, dan kemampuan argumentasi peserta didik terhadap isu kesetaraan gender. Selain itu, pembelajaran kontekstual membantu peserta didik memahami bahwa relasi gender dalam budaya Bali memiliki dinamika yang kompleks dan tidak sepenuhnya bersifat dominatif, melainkan menunjukkan pembagian peran sosial yang kolaboratif antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan adat dan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi SDGs dalam pembelajaran IPS berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang lebih reflektif, inklusif, dan peka terhadap isu keadilan sosial tanpa mengabaikan kompleksitas budaya lokal.