Strategi guru dalam pembelajaran keterampilan memasak bagi peserta didik dengan gangguan spektrum autisme tingkat smalb di slb autisma YPPA padang

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam pembelajaran keterampilan memasak bagi peserta didik dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) tingkat SMALB di SLB Autisma YPPA Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Partisipan dipilih secara purposif, terdiri atas satu guru keterampilan memasak sebagai partisipan utama dan kepala sekolah sebagai informan pendukung, dengan lima sampai enam peserta didik dalam kelas heterogen sebagai konteks. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan pada 14 dan 21 Juli 2026, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi pada kegiatan pembuatan nasi goreng. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, member check, diskusi sejawat, serta audit trail. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, pengodean deduktif dan induktif, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memadukan pemetaan kemampuan awal secara informal, penyesuaian tujuan dan pembagian tugas, modeling, task analysis, prompting, pengulangan, penguatan positif, dan diferensiasi tugas, kemudian mengevaluasi proses melalui pengamatan terhadap penyelesaian tahapan, keselamatan, dan kemandirian. Hambatan utama mencakup perbedaan kemampuan, kesulitan mempertahankan perhatian, dan kebutuhan pengulangan instruksi, sedangkan faktor pendukung meliputi sarana, dukungan sekolah, dan pengalaman guru. Temuan menegaskan bahwa strategi guru bersifat terstruktur, bertahap, individual, dan adaptif, sehingga memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pedagogi vokasional yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik GSA pada jenjang SMALB.