Meningkatkan kemampuan mengenali lambang bilangan 1-10 melalui media pohon angka pada peserta didik dengan disabilitas intelektual ringan

Abstract

Penelitian kuantitatif ini bertujuan mengevaluasi dampak penggunaan media pohon angka terhadap kemampuan mengenali lambang bilangan 1–10 pada seorang siswa disabilitas intelektual ringan kelas II di SLBN 1 Linggo Sari Baganti. Menggunakan metode Single Subject Research (SSR) pola A–B, data diambil dari tes kinerja yang mencakup indikator menyebutkan, menunjukkan, dan mencocokkan angka dengan benda konkret. Hasil analisis visual (dalam kondisi dan antarkondisi) mencatat peningkatan skor kemampuan subjek dari fase baseline (13,3%–40%) ke fase intervensi (50%–93%).Perubahan kecenderungan arah dari konstan menjadi terus meningkat dengan persentase overlap 0% mengindikasikan efektivitas tindakan. Namun, mengingat studi ini berfokus pada subjek tunggal tanpa pengulangan kondisi, temuan yang diperoleh bersifat individual dan belum bisa digeneralisasi. Fase baseline (A) berlangsung empat sesi dan fase intervensi (B) lima sesi; instrumen tes kinerja (30 butir per sesi) telah ditelaah melalui expert judgment. Selain analisis visual, besaran efek dihitung menggunakan indeks nonoverlap (Percentage of Non-overlapping Data/PND dan Tau-U) untuk memperkuat interpretasi. Sesuai desain A–B tanpa replikasi, kajian ini bersifat eksplorasi awal (bukan uji efektivitas kausal).