Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi lambang bilangan 1-10 melalui permainan memancing angka pada peserta didik dengan disabilitas intelektual ringan

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan mengidentifikasi lambang bilangan 1–10 melalui penerapan permainan memancing angka pada peserta didik dengan disabilitas intelektual ringan kelas VI di sebuah sekolah luar biasa di Padang, Indonesia. Penelitian menerapkan metode Single Subject Research (SSR) sebagai bentuk single-case experimental design dengan desain A-B dan melibatkan satu orang peserta didik sebagai subjek. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan tes perbuatan yang mengukur dua kemampuan, yaitu menunjuk serta menyebutkan lambang bilangan 1–10. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis visual dalam kondisi dan antar kondisi. Pada kondisi baseline (A), persentase kemampuan yang diperoleh berturut-turut adalah 30%, 40%, 40%, dan 40%, kemudian pada kondisi intervensi (B) meningkat menjadi 50%, 60%, 70%, dan 90%. Kedua kondisi menunjukkan kecenderungan arah yang meningkat, dengan stabilitas data sebesar 75% pada baseline dan 25% pada intervensi. Hasil analisis antar kondisi menunjukkan persentase overlap sebesar 0%. Secara keseluruhan, hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan mengidentifikasi lambang bilangan 1–10 setelah permainan memancing angka diterapkan. Dengan demikian, permainan memancing angka dapat dipertimbangkan sebagai salah satu media pembelajaran yang konkret dan menarik untuk mendukung penguasaan lambang bilangan pada peserta didik dengan disabilitas intelektual ringan. Karena menggunakan desain A-B dengan satu subjek, temuan ini bersifat awal dan memerlukan replikasi melalui desain subjek tunggal yang lebih ketat.